Preaload Image

PEMBUKAAN UCE 2019: UKM IKPAN WUJUDKAN KAMPUS ANTI NARKOBA

UINSA Newsroom, (Rabu, 06 Maret 2019); Melengkapi kemeriahan UINSA Campus Expo (UCE) 2019 yang dimulai pukul 08.00 WIB, sedikitnya 20 Sekolah Menengah Akhir (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) se-Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Tuban secara khusus diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Berbagai penampilan dari mahasiswa, turut menyemarakkan kegiatan UCE 2019. Tarian Hadra Kuntulan, Musik Akustik, Muhasabah Syarhil Quran (MSQ), Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT), Tari Mojang, hingga Vokal Grup pun menghibur para pengunjung UCE 2019 yang memang dibuka untuk umum.

Tak ketinggalan, salah satu mata rantai acara mengagendakan kegiatan Penyuluhan Anti Narkoba. Penyuluhan ini dilakukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ikatan Kader Penyuluh Anti Narkoba (IKPAN) yang dibawakan Ahmad Junianto, Semester 6, Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSA.

Dalam kesempatan itu, Junianto, selaku Ketua Umum (Ketum) UKM IKPAN UINSA 2019 menjelaskan mengenai narkoba. Dimana Narkoba yang merupakan kepanjangan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Dijelaskan Junianto, Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. “Saya yakin semua teman-teman sudah mengetahui apa itu narkoba. Tinggal langkah kita saja untuk menjaga diri dari narkoba, agar tidak merusak generasi millenial,” tutur Junianto.

Junianto juga mengutip Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, bahwa Narkoba dapat juga bermanfaat di bidang pengobatan atau layanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Sedangkan di sisi lain, dapat pula menimbulkan ketergantungan yang sangat merugikan apabila disalahgunakan tanpa pengawasan yang ketat dari orang atau pihak yang bersangkutan.

“Saat perang dunia kedua, narkoba itu digunakan sebagai alat/senjata yang merusak generasi mudanya, agar tidak tanggap terhadap kemajuan teknologi,” terang Junianto.

Lebih lanjut dijelaskan Juniato mengenai psikotropika yang merupakan zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku. “Harapan kami, bisa mewujudkan kampus anti penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan-kegiatan positif yang diikuti mahasiswa,” pungkasnya.

Setelah Penyuluhan Anti Narkoba dari UKM IKPAN, kegiatan dilanjutkan penampilan menarik lain dari setiap fakultas, seperti Tari Remo dari Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) serta sesi berkeliling stan (booth) bagi pengunjung. Acara UCE 2019 hari pertama ditutup pada pukul 16.00 WIB. (Rag/Humas)

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *